Catatan hari senin 14 November 2011 07:28 pm
“Setelah ke lebih dari 6 loper dan 7 alfamart, kompas takberhasil kudapatkan..”
Itu catatan yang aku tulis di HP sepulang menjelajah (Jember). Hari itu hari Senin, seingatku aku tidak ada kuliah. Tapi aku ada jadwal nge-asisteni praktikum fisdas dan juga beberapa rapat kecil setelahnya. Aku pulang jam lima sore karena hujan baru reda. Teringat seseorang di kosan sedang menunggu kehadiranku (bukan aku ding, tepatnya menunggu kehadiran korannya ==> KOMPAS). Dia begitu sayang dengan Koran itu, tiada hari tanpa membacanya. Sampai-sampai tak tega rasanya melihat dia sehari saja tanpa Koran.
Katanya di alfamart masih ada koran, jadi aku pergi ke alfamart Kalimantan dan Karimata tapi udah gak ada (harga Koran di Alfamart lebih murah, hanya 2000, dibandingkan di loper 3000 atau 3500). Lalu kuputuskan untuk mencari Koran di loper saja. Satu loper di pojokan mastrip aku kunjungi, namun tak ada. Biasanya ada, mungkin karena ini hari senin jadi banyak yang beli Koran. Ternyata loper itu punya cabang di Karimata yang jaraknya hanya 3km. Harapanku ternyata masih ada, terbayang wajah temanku itu senang dengan korannya, membuatku kian semangat pergi ke loper cabang itu. Namun nihil, tenyata juga sudah habis. Aku kemudian mencari loper-loper lainnya, berharap menemukan satu saja Koran untuknya. “Masa gak ada sih”, pikirku. Akhirnya aku tiba ke daerah kota, ada toko Toga Mas. Sreett..berdiri sejenak di depan toko lalu melihat deretan majalah yang tergantung di emperan toko itu. “Ah, gak jual Koran”. Masih ada gramedia, aku pun ke sana namun juga sama dengan Toga Mas. O iya ada loak di belakang Matahari, namun tak ada loper yang kujumpai, hanya sederetan rombong yang menjual buku-buku sekolah bekas dan rombong-rombong yang sudah tutup. Tapi di pojokan matahari ada loper. Aku turun dan mampir ke sana. Bapak lopernya baik sekali, aku disarankan untuk pergi ke loper lain di jalan… (aku lupa namanya) dan juga disarankan mencari di alfamart lainnya. Baiklah aku lebih mantap kali ini, meskipun langit sudah benar-benar gelap namun harapanku masih bersinar terang, berharap sebuah Koran di tanganku segera. Nihil hasilnya di loper yang ditunjukkan si Bapak, tapi masih ada alfamart lain. Akhirnya aku pergi ke alfamart patrang, cukup jauh memang, tak apalah siapa tahu masih ada. Lagi-lagi *nihil*.. Aku pikir di alfamart masih ada karena jauh dari kampus, ternyata sama habisnya. “Ah, aku terlanjur berjalan, aku harus pulang dengan tangan membawa Koran.” Aku bertanya lokasi alfamart lainnya. Akhirnya entah berapa alfamart sudah kukunjungi dengan pertanyaan yang sama, “Mas, mbak Koran kompas masih ada?” jawaban yang sama pun muncul, “Maaf gak ada mbak” atau “Maaf sudah habis” Alfamart ada tiga di sekitar gebang dan beberapa di daerah lainnya. Setiap loper yang aku lewati juga selalu aku ampiri, namun tak satupun Koran kudapat. Aku lupa sebenarnya ini sudah loper dan alfamart keberapa yang aku datangi, angka di atas sebenanya yang hanya kuingat, yang takkuingat? Ya aku lupa…hehe.. Satu jam setengah sudah, ini sama dengan jarak PP Bondowoso-Jember (untung lagi ga sholat, ups..hhe). Dingin karena habis hujan sudah ga kerasa lagi karena berkali-kali naik turun motor. Hm,bensinku mulai sekarat dan akhirnya aku putuskan untuk pulang. Sedih rasanya pulang ke kosan dengan tangan hampa. Mungkin aku bodoh, rela berbuat sedemikian, namun aku rasa tak perlu alasan untuk melakukan hal yang membuat saudara kita bahagia. “Maaf ya mbak aku ga bisa bawa Koran buat mbak.” T.T
#next: teparrrr..zzzz….
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



suruh buka kompas.com aja
ReplyDelete