Wednesday, January 16, 2013

Bad Day





Jika harimu tidak berpihak padamu. Kamu merasa kesialan bertubi-tubi menghampiri dirimu. Pekerjaan terasa berat. Perjalanan terasa melelahkan. Rejeki yang seharusnya didapat hari itu justru melayang begitu saja. Hubunganmu dengan kerabat atau temanmu merenggang...Bawaannya BM terus...

Segera kroscek...!!!

Bagaimana subuhmu? Apa yang pertama kali kau lakukan di pagi hari tadi? Tidur lagi kah? Apakah tadi sudah sholat Dhuha? Gimana sedekahnya? Apakah orang tuamu meridahaimu hari itu? Kamu sudah membuatnya marah? Check it! Pasti salah satunya ada yang gak 'beres'!

#pengamalan

Tuesday, January 15, 2013

Curhatttt dikit boleh doong....

Kebayang gak sih gimana rasanya kamu ngidam banget sama ice cream Magnum, kamu udah rela nabung, nyisihkan uang sakumu seminggu buat beli Magnum. Akhirnya kamu beli Magnum tapi ternyata malah dimakan habis bisss sama kakakmu tanpa bilang-bilang dulu? >,< Argghhh…sebelll…sabarrrrrrrrrrrrrrrrr… T_T Ini sama feel-nya tapi beda ceritanya… Minggu lalu aku dapet sms dari temenku, gak deket amat sih, cuma suka ngobrol-ngobrol dan pulang bareng ma temenku ini. sebut aja Bunga (nama samaran). Hehehe… Dia ngajak aku travelling ke pantai. Karena aku memang gak ada acara, akhirnya aku menyetujuinya. Yah akhirnya refreshing juga setelah sekian lama jenuuuuuuuh dengan kesibukan di kampus, kapan lagi bisa jalan-jalan dengan temen-temen, gak lama lagi kita juga bakalan lulus, gak ketemu lagi deh. Aku pulang dari Jember hari Sabtu malam dan paginya aku balik ke Jember lagi. Jam 8 aku udah di kosan nunggu jemputan, jamnya pun ngaret, aku pun udah garing, mereka datang jam 11.. >.< sebuah mobil membunyikan klaksonnya di jalan raya depan kosanku, aku masuk mobil dan wohh yang kukenal hanya satu, yaaa temenku ituuu… Lainnya bukan temen kuliahku.. Hm.. Okelah, aku bisa nyesuaikan diri kok, ngobrol-ngobrol plus ngebanyol sepanjang jalan, let’s have fuuuuuuuunnn. pantaiiii... We're coming... :’) Sesampainya di kota tujuan, kami mampir untuk sholat Dhuhur. Mampirnya gak ke masjid men, tapi ke BLK (Balai Latihan Kerja). Alright, tetep positive thinking, mungkin ada yang Bapaknya kerja di situ. Udah wudhu, terus mau sholat eh ga ada mukenahnya, sialnya aku lupa ga bawa mukenah juga. Akhirnya kami makan siang dulu sembari nyari pinjeman mukenah. “Eh, makanku kok sama ya dengan makan orang-orang yang ada di aula BLK ya? Oh beneran nih ada yang Bapaknya kerja di sini..” (just in my mind – pikirku polos *_*) After having lunch, bukannya dapet mukenah eh malah disuruh kumpul.. (mana tuh yang katanya mau cari mukenah, hehhh???). Rombongan kami dari Jember membentuk formasi lingkaran, ciaatttt… Katanya dengan wajah tak bersalah, “Kami mewakili teman-teman yang mengajak Anda memohon maaf, mungkin ada yang diajak ke pantai, ada yang diajak pengajian, sebenarnya kami hanya ingin memberikan sebuah informasi. Hargai orang yang mengajak Anda. Kami memohon maaf ya… Silakan masuk ke aula.” “KAMPRETOOO”, “KEJEBAK” Bla bala blaaaa…. sms terkirim, ke temen kosku yang gak berdosa dan gak tau apa-apa… :P Seandainya misuh itu boleh, aku pingin misuh saat itu juga, ups! :P sabarrr… istighfar… Okeeeee aku berusaha memaklumi, aku hargai, aku masuk , aku dengarkan… Can you guess what meeting is it? Yahh yahhhh…mungkin kamu benar…apa lagi kalau bukan “MLM merek tit”. Yaaa boleh MLM, aku pernah ikut MLM juga kok. Secara hukum juga mubah, tapi apakah benar jika cara rekruitmennya dengan KEBOHONGAN? arrggghhh sudahlah, ...lupakan itu, dan lupakan juga desiran ombak di pantai... :( That day, no beach, no swimming, and no having fun…so sad… T_T Di aula itu aku dengerinnya ga sepenuh hati, jiwa dan raga… Kutinggal kabur-kaburan, ijin sholat Dhuhur, ijin sholat Ashar, dan terakhir ijin sholat Magrib. Sengaja kucari mushollah di dekat perkampungan penduduk. Seusai sholat Maghrib aku segera beranjak pulang, tapi langkahku dihentikan seorang Ustadz / Kiai yang ada di mushollah kecil itu juga. Aku diminta duduk sejenak karena ada hajatan, Haul, atau doa dan tahlil yang ditujukan bagi orang yang telah wafat. Setelah doa, aku dikasih makan (lumayan lapar :P) dan juga oleh-oleh atau kami biasa menyebutnya ‘berkat’. Alhamdulillah, rasa syukurku benar-benar memuncak, tak terasa ada sesuatu yang menetes dari pelupuk mata ini. Terima kasih Allah, di sini aku mendapat keluarga baru, hariku menjadi sedikit lebih bermanfaat, tak ada iming-iming dunia namun aku justru merasa nyaman di dalamnya. Di mushollah itu aku benar-benar merasa ‘adem’. Pukul 18.30 aku sudah di-sms-i dan di-missed call temanku. Akupun berpamitan. Di BLK ternyata mereka semua mencariku. Hehe… Akhirnya kami semua bersiap pulang, kami masuk mobil. Dan mobil belum berangkat, temannya temanku bertanya (plus promosi) padaku, intinya “Ikut mbakkkk?”. Wooow ternyata yang jadi target mereka hanya aku di dalam mobil itu, hanya aku yang tidak ikut MLM itu. Sepanjang jalan, you know??? Aku sudah benar-benar muak mendengar ocehan meraka (tapi masih stay cool dan polos :P ). Ah betapa bodohnya aku, terlalu polos yaaa?mudah dibohongi… T.T Sesampainya di Jember, aku gak langsung dipulangkan, tapi diculik dan dimampirkan dulu di basecamp mereka. Aku pulang jam 10an tauuu… Mana belum mandi, gak dikasih makan malam pula (untung tahlilan). Hehe… Yaa begitulah, mereka tak sepenuhnya salah, aku juga salah karena terlalu POLOS, hehe… (polos ga beda jauh ma dodol) >,< Alasan kenapa aku gak ikut MLM itu? Tertarik sih, keren juga… Pingin juga kaya mendadak..Hoho :D ga munafik, memang kita butuh uang, butuh yang realistis2 jg, tapi UANG bukan TUHAN kita. Quote “CARILAH DUNIAMU SEAKAN-AKAN KAMU AKAN HIDUP SELAMANYA, DAN CARILAH AKHIRATMU SEKAN KAMU AKAN MATI BESOK.” itu benar, absolutely right. Tapi akhirat-nya jangan dihapus lah! Seolah olah nomer dua gitu.. Ingat, “JIKA KAMU MENGEJAR AKHIRATMU MAKA DUNIA AKAN MENGIKUTIMU, TAPI JIKA KAMU MENGEJAR DUNIA MAKA AKHIRAT TAK AKAN MENGIKUTIMU!” Dan segala sesuatu yang diawali dengan kebohongan, apakah hasilnya barokah? Boleh jadi kaya tapi gak bahagia, mau ta? Mendingan kaya, sehat, bahagia, barokah pula, what a beautiful life…hehe

Buat teman-teman, tetap positive thinking but be careful!

24 gr Emas

Suatu hari hiduplah seorang saudagar yang kaya raya. Dia memerintahkan beberapa orang pembantunya untuk pergi ke sebuah kebun miliknya yang letaknya sangat jauh. Sang saudagar membekali pembantunya masing-masing dengan 24 gram emas. “Kalian aku bekali 24 gram emas, pergilah ke kebunku bagaimanapun caranya aku serahkan pada kalian, gunakan bekal kalian sebaik mungkin”, kata sang Saudagar.

Pembantu A mematuhi perintah majikannya untuk memanfaatkan bekal tersebut sebaik mungkin. Pembantu A menggunakan emas tersebut untuk berdagang, sehingga ia dapat menghasilkan emas yang lebih banyak. Setelah terkumpul cukup emas, pembantu A membeli tiket Kereta Api super cepat, sehingga dia bisa sampai di kebun sang saudagar dengan cepat dan selamat.

Sedangkan pembantu B menggunakan emas tersebut untuk berfoya-foya. Dia bejudi, minum minuman keras dan membeli barang-barang mewah untuk keperluannya sendiri. Ia lupa dengan tugas yang telah diberikan majikannya. Hingga akhirnya diapun tersadar, bekalnya tinggal 1 gram emas untuk menuju kebun majikannya. Di tengah kebingungannya dia bertemu seorang yang tua renta. Pembantu itu menceritakan apa yang dialaminya, dan diapun menyesal. “Gunakan bekalmu yang 1 gram itu, jangan sia-siakan kembali, kamu dapat menyewa kuda paling murah sebagai kendaraanmu, pergilah segera menuju kebun itu.”, kata orang tua tersebut. Akhirnya pembantu B menyewa kuda paling murah dan menuju kebun sang Saudagar.

Begitulah gambaran kehidupan yang kita alami selama di dunia ini. Kita adalah pembantu-pembantu itu dan sang Saudagar tersebut adalah Allah ta’ala. Masing-masing dari kita diberikan 24 gram emas, yaitu masing-masing kita dibekali waktu yang sama, 24 jam. Kebun itu adalah jannah atau surganya Allah. Bagaimana kita memanfaatkan waktu yang diberikan untuk mencapai surga Allah? Di sanalah bedanya, ada dari kita yang memanfaatkannya untuk sekedar foya-foya, ada pula yang tekun menuntut ilmu, beribadah, ada pula yang ibadah yes gaul juga yes. Itu adalah pilihan kita. Untuk menuju surga-Nya minimal manfaatkan 1 jam saja dari bekal 24 jam untuk beribadah pada-Nya. Sholat Shubuh sampai Isya’ masing-masing 10 menit plus doanya, hanya satu jam saja yang kita butuhkan, minimal! Mari gunakan waktu yang Allah berikan sebaik mungkin, dengan berbuat kebajikan, dengan mencari ilmu, beribadah, bersilaturahmi, bercanda bersama keluarga dan orang-orang yang kita sayangi, dan lain sebagainya.



Ada sebuah quote yang selalu saya ingat, “JIKA KAMU TIDAK DISIBUKKAN DENGAN KEBAIKAN, NISCAYA KAMU AKAN DISIBUKKAN DENGAN KEBURUKAN”. Yah, waktu kita di dunia hanyalah sebentar, semoga kita bisa memanfaatkan waktu yang diberikan Allah sebaik mungkin. Amin...

*Source: Materi Ust. Matkur (DIKLATSAR REMAS AT-TAQWA, 26 Des 2012)
 
save_Na Blogger Template by Ipietoon Blogger Template