Tuesday, January 15, 2013

24 gr Emas

Suatu hari hiduplah seorang saudagar yang kaya raya. Dia memerintahkan beberapa orang pembantunya untuk pergi ke sebuah kebun miliknya yang letaknya sangat jauh. Sang saudagar membekali pembantunya masing-masing dengan 24 gram emas. “Kalian aku bekali 24 gram emas, pergilah ke kebunku bagaimanapun caranya aku serahkan pada kalian, gunakan bekal kalian sebaik mungkin”, kata sang Saudagar.

Pembantu A mematuhi perintah majikannya untuk memanfaatkan bekal tersebut sebaik mungkin. Pembantu A menggunakan emas tersebut untuk berdagang, sehingga ia dapat menghasilkan emas yang lebih banyak. Setelah terkumpul cukup emas, pembantu A membeli tiket Kereta Api super cepat, sehingga dia bisa sampai di kebun sang saudagar dengan cepat dan selamat.

Sedangkan pembantu B menggunakan emas tersebut untuk berfoya-foya. Dia bejudi, minum minuman keras dan membeli barang-barang mewah untuk keperluannya sendiri. Ia lupa dengan tugas yang telah diberikan majikannya. Hingga akhirnya diapun tersadar, bekalnya tinggal 1 gram emas untuk menuju kebun majikannya. Di tengah kebingungannya dia bertemu seorang yang tua renta. Pembantu itu menceritakan apa yang dialaminya, dan diapun menyesal. “Gunakan bekalmu yang 1 gram itu, jangan sia-siakan kembali, kamu dapat menyewa kuda paling murah sebagai kendaraanmu, pergilah segera menuju kebun itu.”, kata orang tua tersebut. Akhirnya pembantu B menyewa kuda paling murah dan menuju kebun sang Saudagar.

Begitulah gambaran kehidupan yang kita alami selama di dunia ini. Kita adalah pembantu-pembantu itu dan sang Saudagar tersebut adalah Allah ta’ala. Masing-masing dari kita diberikan 24 gram emas, yaitu masing-masing kita dibekali waktu yang sama, 24 jam. Kebun itu adalah jannah atau surganya Allah. Bagaimana kita memanfaatkan waktu yang diberikan untuk mencapai surga Allah? Di sanalah bedanya, ada dari kita yang memanfaatkannya untuk sekedar foya-foya, ada pula yang tekun menuntut ilmu, beribadah, ada pula yang ibadah yes gaul juga yes. Itu adalah pilihan kita. Untuk menuju surga-Nya minimal manfaatkan 1 jam saja dari bekal 24 jam untuk beribadah pada-Nya. Sholat Shubuh sampai Isya’ masing-masing 10 menit plus doanya, hanya satu jam saja yang kita butuhkan, minimal! Mari gunakan waktu yang Allah berikan sebaik mungkin, dengan berbuat kebajikan, dengan mencari ilmu, beribadah, bersilaturahmi, bercanda bersama keluarga dan orang-orang yang kita sayangi, dan lain sebagainya.



Ada sebuah quote yang selalu saya ingat, “JIKA KAMU TIDAK DISIBUKKAN DENGAN KEBAIKAN, NISCAYA KAMU AKAN DISIBUKKAN DENGAN KEBURUKAN”. Yah, waktu kita di dunia hanyalah sebentar, semoga kita bisa memanfaatkan waktu yang diberikan Allah sebaik mungkin. Amin...

*Source: Materi Ust. Matkur (DIKLATSAR REMAS AT-TAQWA, 26 Des 2012)

0 komentar:

Post a Comment

 
save_Na Blogger Template by Ipietoon Blogger Template