Kota tape, sebutan untuk Bondowoso, di daerah kecil ini aku dilahirkan dan dibesarkan oleh kedua orang tuaku. Dari taman kanak-kanak hingga SMA, Bondowosolah yang telah berjasa mendidikku. Meskipun darahku tidak 100% Bondowoso karena Bapakku asal Kalisat Jember, Ibuku yang Bondowoso, tetapi jiwa, darah, dan dagingku serasa sudah menyatu dengan Bondowosoku tercinta. :)
Ga banyak orang yang mengenal Bondowoso. Kalo ada orang luar kota yang nanya dimana daerah asalku? Aku jawab, “Bondowoso”. Tapi sering kali mereka ga tahu di mana Bondowoso sehingga aku harus menambahkan jawabanku, “di dekatnya jember sama Situbondo, Jawa Timur”. Kalau masih belum tahu, silakan lihat di peta Indonesia saja. Yah mungkin kalian pikir betapa kecilnya kota Bondowoso ini hingga tak banyak yang mengenalnya. Ya memang benar, kota ini sangat kecil, tapii mungkin lebih tepatnya kurang terkenal. Secara geografis masih lebih luas Bondowoso daripada Jakarta ataupun Singapura, bedanya kota Bondowoso ini tidak cukup dikenal orang. Hehe.. Aku gak ngenyek (ngece) atau merendahkan Bondowoso, tapi itulah adanya Bondowoso. Seorang guruku pernah memberikan gambaran tentang kotaku Bondowoso ini. Kata beliau, “Coba kalian lihat mangkok, nah Bondowoso tepat di tengah mangkok itu. Bondowoso dikelilingi bukit-bukit, Bondowoso itu tepat di tengahnya.” Mendengarkan penjelasan guruku itu bayanganku pada letak geografis Bondowoso semakin suram, apalagi jika hal ini disampaikan pada orang yang belum pernah datang ke Bondowoso. Mungkin saja mereka berfikir betapa terpencilnya daerah Bondowoso itu? Itu daerah pedalaman ya? ^^”
Dari taman kanak-kanak, daerah yang kuhafal betul hanyalah Bondowoso karena aku memang jarang bepergian ke luar kota. Dari jaman aku masih jalan kaki, naik sepeda pancal, hingga sepeda motor, aku suka bertualang mengelilingi Bondowoso. Boleh saja dibilang kalau aku ini hamper buta akan kehidupan di luar Bondowoso karena memang jarang sekali aku bias ke luar kota, setahun dua kali itu sudah untung bagiku. Tapi meski hamper belasan tahun aku dipingit di Bondowoso, Bondowoso telah mengajarkanku banyak hal tentang dunia di luar Bondowoso, mulai dari jember, bali, jogja, Jakarta, hingga Jepang dan Australia. (jadi aku ga terlalu kuper lah…) Bondowoso telah mengajarkan semua itu melaui berbagai media yang ada saat itu seperti buku, cerita guru kami, maupun dengan surat-menyurat ke kedutaan besar Negara lain. Tentu Bondowoso sengaja mengajarkan itu padaku agar aku bias ‘melek’ dunia lain. Suatu saat aku tahu kalau aku harus ke luar Bondowoso dan aku harus siap untuk itu, untuk menimba ilmu di luar Bondowoso kemudian kembali ke Bondowoso dan mengembangkan Bondowosoku ini. (kecuali memang takdir yaa..)
Kata orang luar Bondowoso, jika mereka mendengar kata Bondowoso, yang tergambar dalam benak mereka bisanya ada dua, yaitu Bondowoso kota tape atau Bondowoso kota pensiun. Untuk sebutan yang pertama, itu memang tepat, Bondowoso adalah kota penghasil tape termanis sedunia jagat raya akhirat. Aku bangga dengan Bondowoso sang kota tape. Dan untuk sebutan yang kedua, wah sungguh menyayat hati jika harus mendengarnya lagi dari seorang teman. Memang Bondowoso lebih terlihat sepi dibandingkan kota-kota lain. Tapi aku tidak suka menyebutnya kota pensiun, aku lebih suka Bondowoso kota damai. Di Bondowoso agak jauh dari kebisingan kota, Bondowoso tidak punya mal, dan tidak ada bising kereta api ataupun pesawat terbang di Bondowoso. Semua karena memang tidak ada di Bondowoso. Bahkan seorang temanku, saat aku mengajaknya untuk berkunjung di Bondowoso, ia mengira Bondowoso tidak ada lampunya seperti goa. Wah benar-benar mengenaskan sampai lampu saja dipikir tidak punya. Memang Bondowoso belum punya itu benda-benda modern itu, tapi tunggu suatu saat. Yang penting, jika ingin menenangkan diri, pergilah ke Bondowoso atau tinggallah di sini karena kota ini sangat nyaman dan masyarakatnya ramah-ramah serta penuh kekeluargaan. :) i luph BeWeEs



0 komentar:
Post a Comment